Label

Tampilkan postingan dengan label Event. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Event. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Agustus 2015

Festival Kesenian Yogyakarta Ke-27 Digelar di Taman Kuliner Condongcatur pada 19 Agustus - 5 September 2015



Festival tahunan Yogyakarta yang digelar sejak 1989, dalam waktu dekat ini kembali diselenggarakan tahun ini di lokasi baru, dengan tema baru, dan tentu saja suasana dan kemeriahan baru

Yogyakarta, 14 Agustus 2015. Sebentar lagi, Taman Kuliner Condongcatur Yogyakarta akan dihiasi kemeriahan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 27, yang mengusung tema DANDAN, dan akan digelar selama 18 hari. Dalam jangka waktu tersebut masyarakat dapat menikmati berbagai macam suguhan seni dan budaya, baik tradisi maupun modern kontemporer, serta tidak ketinggalan pula sajian kuliner dan kerajinan kreatif.

Prosesi pembukaan Festival yang makin jadi kebanggaan warga Yogyakarta ini pada 19 Agustus 2015 dibuka dengan Pawai Edan-Edanan yaitu pawai street performance di sebagian ruas Jalan Kaliurang, yang mengambil rute dari PKKH UGM - Gedung Grha Sabha Pramana - Gedung Rektorat UGM - dan berakhir di Perempatan Selokan Mataram. Pawai yang dimulai pada 15:00 WIB ini akan diikuti 30 kontingen yang berasal dari berbagai kelompok kesenian empat kabupaten dan satu kotamadya Daerah Istimewa Yogyakarta, serta kelompok-kelompok kesenian masyarakat sekitar.

Untuk keperluan tersebut, maka sejak pukul 14:00 WIB akan ada penutupan sebagian ruas jalan Kaliurang dan pengalihan arus lalu lintas di sekitar lokasi tersebut, hingga saat selesainya Pawai Edan-edanan tersebut, sekitar pukul 17:30 WIB.

Malam harinya bertempat di Panggung Pasar Seni Taman Kuliner Condongcatur upacara pembukaan FKY 27 dilanjutkan pada 19:00 WIB yang rencananya akan dihadiri dan secara resmi dibuka oleh Gubernur DIY. Acara pembukaan ini diramaikan para penampil seni musik dan tari kontemporer. Beberapa penampil yang akan mengisi acara pembukaan ini antara lain Sanggar Sekar Arum, Mila Art Dance, Karawitan Canda Nada, dan Yogyakarta Symphony Orchestra.

Pelaksanaan FKY 27 ini sendiri, selain sebagian besar terpusat di Taman Kuliner Condongcatur, ada beberapa program yang diselenggarakan di luar lokasi ini. Seperti misalnya Pameran PAPERU (Para Perupa Muda) Laras Sinawang yang digelar di Sasana Hinggil Yogyakarta, Jogjakarta Video Mapping Project (JVMP) di Panggung Krapyak dan gedung DPRD, serta Teater FKY oleh Kalanari Theatre Movement digelar di bekas gedung bioskop Permata.

Selain menawarkan panggung dan pasar seni budaya, FKY 27 juga memiliki program Sastra pembacaan prosa, pemutaran Bioskop FKY, serta kegiatan-kegiatan workshop seni rupa, lokakarya, serta diskusi seni yang semuanya terbuka bagi masyarakat luas.

Selain di tingkat DIY, Festival Kesenian Yogyakarta juga diselenggarakan di tingkat kota dan kabupaten. Untuk FKY Kota  di Plaza Pasar Ngasem pada tanggal 1 - 4 September, FKY Gunungkidul di Alun-Alun Wonosari pada 22 - 27 Agustus, FKY Sleman di Lapangan Sendang Adi Mlati pada 21 - 23 Agustus 2015, FKY Bantul di Imogiri Sewon pada 20 -26 Agustus, dan FKY Kulonprogro di Alun-alun Wates pada 22 25 Agustus 2015.

Menurut Ketua Umum FKY 27 Ishari Sahida, dipilihnya Taman Kuliner Condongcatur Yogyakarta sebagai tempat digelarnya FKY 27 didasari pertimbangan kondisi budaya dan kemasyarakatan yang menarik.

Sebagai sebuah wilayah yang di satu bagian memiliki kondisi lingkungan urban, sementara pada bagian lain terdapat penduduk lokal yang masih dekat dengan kehidupan agraris, Condongcatur dapat jadi tempat yang tepat untuk menyerap dan mewujudkan visi dan misi FKY tahun ini. jelas pria yang akrab dipanggil Ari Wulu ini.

Misi dan visi FKY tahun ini tersebut, terutama yang berkaitan dengan pelestarian dan pengembangan seni budaya yang tumbuh dan berkembang di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, baik yang telah populer dan terkenal, maupun yang masih berkembang. pungkasnya.

INFO UMUM :
TEMA FKY 27: DANDAN
DANDAN dalam bahasa Jawa memuat dua aktivitas: bersolek dan berbenah. Bersolek selalu identik dengan aktivitas yang menuntun pada kualitas estetika; paras atau penyajian. Sedangkan berbenah identik dengan upaya perbaikan fisik atau non-fisik. Membawa keduanya sebagai konsep dalam FKY 27, adalah upaya untuk menyajikan seni dan budaya Yogyakarta, baik di wilayah kota maupun kabupaten secara maksimal, sebagai wujud karakter dari Yogyakarta sebagai kota seni dan budaya.
nDandani membutuhkan peran serta semua elemen masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan. Meskipun terdiri dari elemen masyarakat yang berbeda-beda namun harus tetap mampu menyajikan dan menjadikan paras seni budaya Yogyakarta dengan (lebih) baik.
Konsekuensinya, FKY 27 diharapkan tetap mampu “menopangi” Yogyakarta secara estetik dalam format festival, dan bukan sekadar “menopengi” yang berarti hanya menjadi rutinitas tahunan tanpa ada tujuan untuk mempertahankan atau mengembangkan karakteristik seni budaya Yogyakarta. Melalui festival seni ini diharapkan dapat terjadi bincang keilmuan, wacana, kreasi sampai pergerakan yang lebih komprehensif sebagai upaya dari mulai dandan sampai dengan nDandani Yogyakarta dengan rupa-rupa permasalahannya. Semoga.
LOGO: WAJAH - PENGUBAH
Wajah yang menjadi logo FKY 27 ini merepresentasikan masyarakat sebagai agen pengubah kebudayaan. Menghadirkan wajah
merupakan penanda bahwa upaya untuk mewujudkan tujuan dari FKY 27, perlu melibatkan seluruh elemen masyarakat, dari akar rumput hingga pembuat kebijakan. Semua berkontribusi untuk saling nDandani, karena “wajah” dari kebudayaan Yogyakarta dari waktu ke waktu, terpancar dari mereka yang hidup di dalamnya.
TARI “EDAN-EDANAN”
Penggunaan tari ini sebagai main idea visual logo dimaksudkan bahwa dalam upaya nDandani, yang antara lain memerlukan kebaruan pemikiran dan tindakan untuk merespon realitas di Yogyakarta melalui kerjasama antar berbagai pihak, membutuhkan energi besar untuk bekerja dan seni mengelola pekerjaan secara cerdas, agar memperoleh output dan outcome maksimal.
Energi seperti itu, diharapkan muncul dari anak muda sebagai wakil dari agent of change; yang beda, dinamis dan selalu berani berpikir, dan berimaji yang eDAN-eDANan untuk suatu perubahan.
PROGRAM - PROGRAM FKY 27 :
·   Pawai/kirab seni tgl 19 Agustus 2015 pukul 15.00 WIB di ruas Jl. Kaliurang dilanjutkan dengan “opening ceremony” sebagai tanda dibukanya FKY ke-27, pukul 19.00 di Taman Kuliner Condongcatur
·   Pasar Seni FKY 27, tgl 19 Agustus – 5 September 2015 pukul 10.00 – 22.00 WIB di Taman Kuliner Condongcatur
·   Panggung Pasar Seni, tgl 20 Agustus – 5 September 2015 pukul 15.00 – 21.00 WIB di Taman Kuliner Condongcatur
·   Workshop seni kreatif dan kerajinan tangan, tgl 20 Agustus – 5 September 2015 pukul 15.00 – 21.00 WIB di Taman Kuliner Condongcatur
·   Lokakarya : LARAS SINAWANG tgl 20, 22, 26, 28, 30 Agustus 2015
·   Panggung Senyap FKY tgl 23 Agustus 2015 – 5 September 2015 pukul  16:00-22:00 di Taman Kuliner Condongcatur
·   Pembacaan Prosa : Ini Muka. Siapa Punya?, tgl 22-24 Agustus 2015 pukul 19:00-22:00 di Taman Kuliner Condongcatur
·   Teater  FKY : “In Situ #1 : Permata” – Kalanari Theatre Movement, tgl 23-25 Agustus 2015 pukul 19:00-22:00 di ex-Bioskop Permata
·   Lomba Busana Koran FKY tgl 23 Agustus 2015 pukul 10:00-11:00 WIB dan Lomba Melukis Talenan tgl 5 September 2015 pukul 10:00-14:00 WIB di Taman Kuliner Condongcatur
·   Pameran Para Perupa Muda : LARAS SINAWANG, tgl 25 – 31 Agustus 2015 pukul 10.00 – 21.00 WIB di Sasana Hinggil
·   Bioskop FKY, tgl 26-31 Agustus 2015 pukul 19:00-21:00 WIB di Taman Kuliner Condongcatur
·   Diskusi Seni dan Budaya FKY 27 : LARAS SINAWANG, tgl 28 dan 29 Agustus 2015 pukul 13.30 – 16.30 WIB di Den Nanny Resto
·   Jogjakarta Video Mapping Project  tgl 30 Agustus 2015 pukul 19:00-22:00 di DPRD DIY dan tgl 4 September 2015 pukul 19:00-22:00 di Panggung Krapyak
·   Panggung Edan-edanan tgl 2-3 September pukul 19:00-selesai di Jembatan Sarjito

Narasumber:
Ketua Divisi Program                     : Ishari Sahida (Ari Wulu)
Ketua Divisi Bagian Umum         : Setyo Harwanto
Ketua Divisi Seni dan Kreatif      : Roby Setiawan




Sumber: Divisi Media FKY







Kamis, 14 Mei 2015

Opening Concert Himasik





 “Mengenang Tempo Doloe
               Rabu (13/05) , area stage tari  FBS  UNY terlihat penuh sesak oleh antrian mahasiswa mulai pukul 19.00 wib. Rupanya Himasik sebagai salah satu jurusan sedang  mengadakan event Opening Concert sebagai salah satu agenda tahunan mereka. Acara ini adalah acara pertama mereka dalam periode kepungurusan 2014-2015.  Adapun tema yang diusung dalam konsep acara ini adalah tema tempo musik dulu . Hal tersebut tertuang dalam judul acara mereka yang berjudul “Jang Doloe, Ketika Masa dan Akoe Bersatoe” Ada alasan mengapa konsep tempo musik Jadul yang diangkat. Hal tersebut diungkapkan Lareza selaku ketua Himasik mengatakan bahwa Himasik ingin mengajak penonton mengingat dan bernostalgia kembali dengan-dengan lagu-lagu lawas yang tentunya memorable. “Lagu lawas itu memberikan kesan kalau kita harus mengingat sejarah,” jelas Lareza.
               Acara tepat dibuka pada pukul 19.00 diiringi oleh Himasik Orchestra yang membawakan medley 3 buah lagu yang diaransemen oleh Mardian Bagus. Pembukaan yang cukup meriah tersebut membuat tempat duduk stage diisi penuh oleh para penonton maupun tamu undangan yang berasal dari kalangan dosen FBS dan orangtua pemain. Setelah tiga buah lagu yang syahdu selesai dimainkan, acara beranjak ke sambutan dari ketua acara, ketua Hima Musik 2014-2015 yaitu Lereza , Kepala Jurusan Seni Musik Bapak H.T Silaen, S. Mus, dan acara  resmi dibuka oleh Bu Kun Setyaning Astuti Selaku Wakil Dekan III FBS UNY.
               Acara kemudian dilanjutkan ke  tampilan  Inilah Ansambel gitar yaitu salah satu komunitas di Himasik yang ingin belajar mayor gitar. Inilah Ansambel gitar berhasil memukau para hadirin dengan medley  yaitu Panah Asmara  dan O Bladi O Blada. Namun tidak hanya pada komunitas itu saja, komunitas-komunitas selanjutnya seperti Ansambel Piano (Kopi Manis), Violet Vocal, Himasik Wind Orchestra, Himasik String, dan  Komunitas Perkusi memberikan simfoni yang selaras dengan konser musik yang bertema tempo dulu ini. Acara kemudian ditutup oleh Himasik Orchestra kembali. Penonton masih tampak  antusias ketika  memenuhi stage meski acara ditutup, Ichsan  selaku penonton dari jurusan Pendidikan  Seni Tari 2013 mengatakan acaranya bagus karena menarik minat mahasiswa FBS UNY, musik  yang disajikan menarik memori dan bisa terkenang lagi di semua orang” .
               Meski acara ini sukses digarap selama 2 bulan ini, namun tentunya tak luput dari sebuah kendala.  Lareza mengatakan, “Himasik kekurangan ruangan buat latihan karena pembangunan gedung baru masih belum bisa digunakan, selain itu peminjaman alat kampus yang lumayan sulit”, tandas Lareza.

(ind)

Jumat, 08 Mei 2015

JOKO BOLENG MEMBUKA HUT HIJAW

Selasa malam (5/5) aksi Joko Boleng melawan Jayeng pada klimaks cerita | sumber: dokumen pribadi
Hima Jawa (Hijaw) mengagendakan rangkaian acara untuk HUT Hima mereka tahun ini. Rangkaian acara tersebut dibuka dengan Ketoprak Lesung pada tanggal 5 Mei 2015, lalu diikuti Bakti Sosial tanggal 10 Mei. Selanjutnya seminar kepenulisan tanggal 20 Mei. Ada juga dialog jurusan 25 Mei, Es Dawa atau Estafet Dolanan Jawa tanggal 28-29 Mei, dan terakhir Malam Puncak tanggal 4 Juni.
            Tema acara ini Sesrawungan ing Bebrayan yang berarti Kebersamaan dalam Kesederhanaan untuk Kemuliaan Hidup. Dimaksudkan agar terjalin kerja sama dan kekompakan baik antar warga PBD sendiri maupun antar Ormawa lainnya. Acara dimulai pada pukul 19.33 WIB dengan Mars Hima Jawa yang dilantunkan oleh seluruh peserta yang hadir. Dilanjutkan dengan Atur Pambagyo dari Ketua Panitia, Ketua Hima, Wakil Dekan III, dan terakhir Sekretaris Prodi Pendidikan Bahasa Jawa. Acara dilanjutkan dengan doa, pemukulan gong, dan potong tumpeng oleh Bapak Hadianto,M.Hum selaku Sekretaris PBD.
Pentas Lesung mengambil cerita dengan judul Joko Boleng. Pukul 20.15 WIB Ketoprak yang disutradarai Lina Anggraini (PBD 2013) ini dibuka dengan instrumen lesung. Lesung sebagai pengiring dilambangkan sebagai sebuah kesederhanaan sesuai dengan tema. Secara garis besar cerita dalam ketoprak ini adalah seorang pemuda bernama Joko Boleng yang memiliki cacat di wajahnya. Meskipun ia buruk rupa, namun ia memiliki hati yang baik dan tekad yang kuat. Pesan dari cerita ini disampaikan Oleh Wahyu Setiawan selaku Ketua Panitia “Meskipun kita bersusah-payah dan banyak hambatan dalam berorganisasi, tapi akhirnya kita mampu mendapatkan apa yang dicita-citakan”.
Ketoprak tersebut berakhir dengan meriah pada pukul 21.40 WIB. Dari pihak panitia mengaku cukup puas dengan acara yang berjalan lancar. “Saya sempat kaget, pas latihan tidak seperti ini. Ternyata pas pentas bisa jauh lebih baik dan mengesankan.” Ucap Bahrudin Yusuf yang ikut berperan dalam ketoprak tersebut. Demi kesuksesan ketoprak ini, para pemain menghabiskan waktu 1 bulan untuk latihan. Tak ada hambatan yang berarti selama acara dan persiapan berlangsung. Hanya ada sedikit masalah internal seperti masalah teknis dari Sie Humas Jaringan Komunikasi yang kurang efektif. “Kendala lebih pada komunikasi secara teknis. Jarkom Humas Pending. Tapi bisa diatasi”, ucap Wahyu sebagai Ketua Panitia. Hambatan lain muncul dari divisi teater sendiri. “Selama kami latihan, kami kesulitan mencari tempat latihan. Agenda di FBS banyak. Tapi fasilitas tempat latihan tidak memadai.” Lanjut Bahrudin Yusuf.

Wahyu Setiawan berharap acara ini dapat memotivasi hadirin yang hadir sesuai dengan tema Sesrawungan ing Bebrayan, “Jangan memutus silaturahmi, kan kita satu FBS tidak bisa sendiri-sendiri, saling berhubungan dan saling membutuhkan antar Orwama dan warga FBS. Untuk kedepannya semoga diberi kelancaran sampai acara puncaknya”. (Nita)

Jumat, 24 April 2015

SEWON PERDANA FBS


Selasa malam (21/4) aksi Seruker ketika melukis langsung di acara Sewon |sumber :dokumen pribadi

Selasa malam, 21 April 2015, Pendopo Tejakusuma dipadati mahasiswa FBS yang akan mengikuti acara diskusi Sewon (Selasa Kliwon). Sewon merupakan program kerja baru BEM 2015 yang dicetuskan ketika debat pemilihan ketua BEM oleh Agus Setiawan sebagai ketua BEM dan Tejo Mukti Wibowo sebagai wakil ketua BEM. Selasa Kliwon diambil dari filosofi Jawa yang mengatakan bahwa pada malam Selasa Kliwon tidak baik bermain sendiri, lebih baik bermain beramai-ramai. Berangkat dari filosofi tersebut, BEM membuat agenda Sewon ini untuk berkumpul guna mempererat hubungan antarwarga FBS. Acara ini merupakan salah satu rangkaian Open House BEM 2015 yang sudah dimulai sejak tanggal 4 April 2015 dan akan berakhir dengan malam puncak pada tanggal 8 Mei 2015.
 “Wanita Dalam Balutan Sejuta Karya” merupakan tema yang diangkat dalam agenda Sewon. BEM bekerja sama dengan Seruker menampilkan berbagai jenis lukisan wanita sebagai bentuk apresiasi terhadap wanita. Jadi, selain sebagai wadah bersilaturahmi, Sewon juga digunakan sebagai peringatan Hari Kartini. Sayangnya, acara yang disajikan lebih banyak menampilkan hasil karya laki-laki daripada karya perempuan. Hal tersebut tentu tidak sesuai dengan tema yang diusung.
Persiapan acara ini sejak akhir Maret. Budaya FBS yang bersifat kekeluargaan sangat mendukung berlangsungnya acara. Terdapat beberapa Ormawa yang ikut meramaikan acara yakni EDSA musik, KRS (Kajian Rabu Sore), KMSI, dan Misbah dari PBSI. Acara ini diakhiri dengan diskusi yang melibatkan semua Ormawa FBS. Hal ini bertujuan untuk saling bersikap terbuka dan berharap dapat memecahkan masalah bersama. Wendi Nur Cahyono, ketua panitia Sewon,  mengungkapkan bahwa rencananya tahun ini akan diadakan Sewon hingga 6 kali , namun tergantung kondisi kedepannya.
Melalui acara ini, diharapkan FBS semakin erat untuk menuju FBS selaras. Seperti yang diungkapkan Agus Setiawan, ketua BEM FBS 2015, “Diharapkan kedepannya FBS semakin selaras dalam kegiatan atau dalam bentuk apa pun itu. Baik itu koordinasi dengan Dekanat, dengan sesama mahasiswa atau dengan mahasiswa non ormawa.” Hal serupa juga diungkapkan Wendi, “Kedepannya mudah-mudahan sewon ini bisa lebih merekatkan hubungan antarormawa serta kita bisa mengasah lagi kreatifitas dan kekritisan kita mengenai fenomena-fenomena kebudayaan kita ini.”, ungkapnya. (Ambar)


Rabu, 15 April 2015

BEM FBS Adakan Pelatihan Kepemimpinan

Suasana acara Latihan Kepemimpinan Manajerial Mahasiswa Tingkat Dasar pada Jumat (10/4) | sumber:dokumen pribadi


Jumat (10/4) pukul 07.30 WIB, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FBS UNY 2015 mengundang seluruh Ormawa di FBS untuk mengikuti acara Latihan Kepemimpinan Manajerial Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMMTD) yang diselenggarakan di gedung PLA lantai 3 FBS. Acara ini merupakan salah satu Program Kerja BEM yang bekerja sama dengan pihak Kemahasiswaan FBS.

Acara LKMMTD ini diadakan untuk memberikan informasi kepada semua ormawa mengenai birokrasi fakultas yang berhubungan dengan sarana dan prasarana serta keuangan. Selain itu juga untuk memberikan pelatihan mengenai jiwa kepemimpinan. “Tujuan acara ini untuk memberikan informasi mengenai birokrasi kampus terkait dengan peminjaman sarana prasarana serta pencairan keuangan dan pelatihan jiwa kepemimpinan.” Terang Dian Islamiyati selaku ketua panitia,. Hal tersebut juga ditegaskan oleh Ketua BEM FBS, Agus Setiawan, yang mengatakan bahwa diselenggarakannya acara ini adalah untuk mengenalkan birokrasi kampus kepada pengurus ormawa yang baru.

BEM selaku panitia membutuhkan waktu 2 pekan untuk mempersiapkan acara LKMMTD ini.  Acara ini mengundang tiga pembicara yaitu Hermanto, M.Hum alumni PBSI UNY 2007 yang menyampaikan tentang kepemimpinan, Mudaqir S.I.P, Ketua Tata Usaha FBS yang menyampaikan perihal sarana dan prasarana, dan Sudimin selaku Kepala Sub.bagian Keuangan dan Akuntansi FBS UNY yang menyampaikan perihal keuangan kampus. 

Dengan adanya acara ini, BEM berharap agar dapat terjalin komunikasi yang baik antara mahasiswa dan pihak fakultas. “Kita ingin diantara mahasiswa dan pihak demokrat dapat terjalin komunikasi yang baik dan tidak terjadi misscomunicatio dengan pihak Birokrat” terang Agus Setiawan selaku ketua BEM FBS. (Henggar)

Kamis, 26 Februari 2015

Hijab Day; Kampanye Hijab Kalangan Mahasiswa


Lebih dari seratus peserta pawai tampak berkumpul di depan Student Center Jumat pagi, 13 Februari 2015. Pawai yang diberi nama Hijab Day tersebut dimulai pada pukul 08.30 mendatangi tujuh fakultas di UNY antara lain FBS, FIK, FIP, FIS, FE, FMIPA, dan FT. Hijab day merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh divisi Kemuslimahan dari UKM kerohanian kampus tingkat Universitas yakni UKKI (Syiar Kerohanian Islam).

UKKI berkoordinasi dengan divisi kemuslimahan SKI dari masing–masing fakultas. Selain itu, kegiatan ini juga bekerja sama dengan takmir Masjid Mujahiddin UNY dan diikuti oleh partisipan dari angkatan 2011 hingga 2014. Peserta berpawai dari satu fakultas menuju fakultas lain dengan­­­ meneriakan yel-yel secara kompak dan bersemangat meskipun di bawah terik matahari.

FBS merupakan fakultas pertama yang dikunjungi oleh rombonganHijab Day ini, dianjutkan ke FIK, FIP, FIS, FE,  FMIPA, dan FT. Rombongan pawai ini mengha­dirkan satu orator untuk berorasi di depan mahasiswa di setiap fakultas yang mereka kunjungi. Kegiatan yang diikuti kurang lebih 100 partisipan dari delegasi masing–masing SKI ini juga menampilkan bebera­pa hiburan seperti pembacaan puisi dan drama mini. Ada pula agenda pembagian jilbab, bros, dan pamflet yang mereka anggap sebagai amunisi kepada mahasiswi. Hal tersebut mampu menarik perhatian mahasiswi maupun mahasiswa yang tampak antusias saat partisipan putri membagikan amunisi tersebut. Mereka bahkan sempat berfoto-foto setelah menerima jilbab dari pertisipan putri.

Pawai ini mengkampanyekan gera­kan hijab day dengan harapan mahasiswi yang belum memakai hijab bisa tergerak hatinya untuk memakai hijab, tidak hanya saat hijab day saja tetapi dalam kehidupannya sehari-hari. Selain itu diharapkan kalangan remaja termasuk mahasiswa tidak lagi fokus terhadap valentine day tetapi tera­lih menjadi gerakan hijab day.

Hijab day yang terakhir digelar dua tahun ini merupakan pembukaan dari agenda–agenda berikutnya yang memiliki tujuan serupa, yaitu mensyiarkan pemakaian hijab bagi mahasiswi muslimah di UNY. Kegiatan ini nantinya akan diikuti oleh kegiatan–kegiatan lain yang berkaitan dengan kampanye pemakaian hijab bagimuslimah di UNY. Seperti tabligh akbar yang rencananya akan mengundang pembicara nasional, juga pensyiaran melalui kajian kemuslimahan dan media–media syiar terkait. Pawai tersebut berakhir di depan PKM Fakultas Teknik UNY dan ditutup­­­ dengan orasi dari salah satu partisipan. Acara ini berakhir pada pukul 11.00 WIB dengan lancar dan  damai. (Wati)