Label

Tampilkan postingan dengan label LINTAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LINTAS. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Januari 2015

Sadari Ragam Persamaan bukan Perbedaan





Ruang Seminar  lantai 3 PLA Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta pada hari Jumat pagi (23/1)  lalu , dikunjungi  mahasiswa asing dari Universiti Putra Malaysia.  Acara ini diselenggarakan untuk membandingkan sistem organisasi pemerintahan, kegiatan, dan pengalaman  masing-masing Universitas  dengan  Universitas Negeri Yogyakarta sebagai tuan rumah. Studi banding tersebut diikuti oleh  sekitar 10 mahasiswa Universiti Putra Malaysia yang daytang ke FBS.
Acara dimulai pukul 09.00 WIB  dan diawali oleh sambutan-sambutan, kemudian dilanjutkan dengan  pemutaran video profil Fakultas Bahasa dan Seni. Setelah pemutaran video,  perwakilan mengenalkan masing-masing Universitas yang dirangkum dalam sebuah diskusi, perwakilan dari Universitas Negeri Yogyakarta ialah Roni selaku Ketua BEM FBS tahun 2014 dan Tejo selaku wakil ketua BEM FBS tahun 2015, perwakilan dari Universiti Putra Malaysia ialah Cik Dini dan Cik Masliana.  Moderator diskusi ini ialah Nasibah mahasiswa  FBS dari Universitas Negeri Yogyakarta, dalam diskusi ini perwakilan dari Universiti Malaysia menjelaskan tentang sistem organisasi di dalam Universitas mereka yang sangat berbeda dengan sistem keorganisasian di Universitas Negeri Yogyakarta.“Sebenarnya di University Putra Malaysia dan Universitas Negeri Yogyakarata dalam struktur organisasi sangatlah berbeda karena di pengaruhi oleh background. Tetapi, dari  perbedaan inilah kita dapat melihat terdapat persamaan, dari perbedaan inilah kita dapat bersatu, untuk mewujudkan generasi-generasi yang perduli terhadap dunia, dan isu-isu dunia”,jelas moderator saat menyimpulkan perbedaan sistem organisasi kedua Universitas. Dalam diskusi ini juga membahas mengenai konflik yang terjadi antara indonesia dan malaysia seperti saling klaim kebudayaan dan lain-lain. Roni selaku pembicara dari Universitas Negeri Yogyakarta mengatakan, ”Yang paling penting, tidak mencari perbedaan itu, tapi mencarilah persamaan”. Ahmad Mushaimi selaku Mahasiswa dari Malaysia juga menanggapi persoalan tersebut, “Semuanya rasa becara perintah, yang menyebabkan perpecahan. Jadi semuanya enggak pernah selesai jika soal ini di perkarakan lagi. Soalnya kita yang paling penting adalah apa yang kita sampaikan melalui budaya ini, itu yang semestinya”. Berbagai topik dibahas dalam diskusi tersebut, moderator pun membuka sesi pertanyaan untuk memperjelas masing-masing sistem di kedua Universitas. Namun sangat disayangkan mahasiswa dari Universitas Negeri Yogyakarta hanya sedikit yang mengikuti acara tersebut.
Diskusi ini berlangsung seru hingga pukul 11.35 meskipun Native Speaker dirasa kurang aktif dalam menerjemahkan bahasa Malaysia yang dinilai satu rumpun namun harus masih diterjemahkan untuk pendengar awam.  Acara kemudian untuk sementara  dihentikan pukul 11.40 karena istirahat dan sholat Jum’at. Acara  dilanjutkan dengan closing ceremony  yaitu  berupa penampilan budaya dari mahasiswa FBS UNY pukul 13.00 . Diharapkan acara ini dapat menambah wawasan mahasiswa dari Malaysia dan tentunya untuk  mahasiswa FBS UNY. (Upit&tama)

Jumat, 07 November 2014

MUSIM HUJAN KAJIAN DRAMA


Di depan gedung rektorat, di bawah menara, kelompok Teater Arcana melakukan olah napas sebelum latihan dimulai. 

Kreativa Online - Teriakan dari sekelompok mahasiswa menggema di Fakultas Bahasa dan Seni, sedangkan sebagian lainnya tampak sibuk berdiskusi. Kira-kira itulah yang terlihat di Fakultas Bahasa dan Seni pada beberapa bulan terakhir.



Sekelompok mahasiswa semester 5 jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia baik program studi PBSI maupun BSI sibuk berlatih untuk pementasan teater pada Kamis, 06 Nopember 2014. Terdapat lima kelompok teater yang akan melakukan pementasan di antaranya Teater Bahtera dari PBSI dan Teater Arcana dari BSI.



Pementasan teater yang merupakan praktik dari mata kuliah Kajian Drama ini dilaksanakan mulai tanggal 1 hingga 23 Desember. Untuk pementasan ini banyak hal yang harus disiapkan oleh setiap kelompok teater dari mulai aktor, artistik, produksi, humas, dan sponsorship.



Setiap kelompok memiliki konsep pementasan yang berbeda, seperti pada Teater Bahtera yang memilih lokasi outdoor. “Teatrikalnya akan dipentaskan pada  1 Desember  2014 di taman c13...outdoor,” Ujar Herdiansyah Yoga P, Asisten Sutradara Teater Bahtera. Sedangkan Teater Arcana lebih memilih lokasi pementasan  indoor  yaitu di Stage Tari Tedjokusumo. Waktu pementasan yang bertepatan pada musim penghujan menjadi kekhawatiran bagi kelompok yang menggunakan konsep outdoor dalam pementasannya.



Jadwal latihan dari masing-masing kelompok teater juga berbeda. Biasanya dari 3 hingga 5 kali latihan sesuai kesepakatan masing-masing kelompok. Menurut Hesti Pratiwi, Pimpinan Produksi  Teater Arcana, hambatan yang dihadapi saat latihan yaitu menjaga mood anggota agar selalu siap dalam bekerja  sehingga pementasan dapat berjalan dengan lancar. Selain itu fisik anggota yang kelelahan akibat latihan berdampak pada kuliah lainnya yang keteteran.



Hal ini membuat sebagian mahasiswa berpendapat bahwa pementasan drama lebih baik tidak diadakan. “Kalau aku sih setuju kalau dihapusin, soalnya program studi kami BSI itu hanya sebatas kajian. Apalagi yang pendidikan,  toh besok juga jadi guru,” kata Hesti, mahasiswa BSI.



Namun hal berbeda diungkapkan oleh Yoga, mahasiswa PBSI. “Kalau saya sih kurang setuju karena mata kuliah drama ini satu-satunya mata kuliah yang mengharuskan praktek dari jurusan PBSI dan BSI. Rugi adik kelas kalau selama 4 tahun di sini tidak merasakan kajian drama. Pada kajian drama kan akan muncul berbagai pikiran, mengenal berbagai tipe orang serta mengakrabkan diri.”



Terlepas dari hal tersebut setiap kelompok teater tersebut sama-sama berharap agar pementasan drama mereka dapat berjalan lancar serta pihak fakultas memberikan tempat untuk mewadahi teater-teater tersebut agar tidak hanya ada ketika kajian drama saja dan menghilang setelahnya. (G/R)

Minggu, 02 November 2014

KELAS MENULIS BARENG AGUS NOOR

Salah satu anggota sedang menceritakan gagasan yang didapatkannya dari tiga kata pilihan peserta yang lain.
Kreativa Online - Akademi Berbagi (Akber) Jogja pada Minggu (2/11) siang yang panas bertempat di Yogyatorium Dagadu. Akber pada sesi kelas menulis mendatangkan cerpenis Agus Noor sebagai pemateri.

Acara ini gratis diikuti oleh siapapun. Tidak terbatas usia dan pendidikan. Sebagaimana yang telah disiarkan melalui twitter @akberjogja peserta hanya mention dan sudah terdaftar. Hari itu peserta yang hadir kebanyakan dari kalangan mahasiswa, di antaranya dari Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada, Uin Suka dan Univesitas Islam Indonesia.

Akber awalnya merupakan Akademi Berbagai Jakarta. Kemudian pada tahun 2010 berdiri Akademi Berbagi untuk Yogyakarta. Beberapa agenda Akber di antaranya pada Sabtu (12/7) yang lalu bekerja sama dengan Young On Top Yogyakarta mengadakan kelas yang bertempat di  Edu Hostel Jogja. Kelas tersebut berjudul “Keliling Dunia dengan Beasiswa” dan guru kelas yaitu pak I Made Andi Arsana.

Akber Jogja pekan berikutnya jatuh pada 6 November 2014. Pemateri yaitu Widyarto Adi di Foodpark UGM. Tema selanjutnya berbeda dengan tema sebelumnya. (Agi)

Sabtu, 01 November 2014

IDRF DAN NASKAH LAKON DARI AWAL KEMERDEKAAN


Kreativa Online – Indonesia Dramatic Reading Festival salah satu agenda tahunan yang diselenggarakan di auditorium IFI Lembaga Indonesia Prancis (LIP). Tema tahun ini “Indonesia Futura: Membaca Lakon-Lakon Indonesia dari Awal Kemerdekaan”. Tahun sekarang pembaca naskon di antaranya Komunitas Rendezvous dan Komunitas Sego Gurih.

Bajuri dan Febrinawan Prestianto hari ini Sabtu (1/11) tengah melatih para pembaca di PKM FBS Universitas Negeri Yogyakarta tengah berlatih untuk pentas di Rabu (5/11) dan Kamis (6/11) besok. Salah satu yang terlibat dalam Komunitas Rendezvous yaitu Septianto Hutama Putra dari Teater Misbah. Lalu Heri Wahyu Hartanto aktor pada pementasan naskah lakon “Shinden” karya Heru Kesawa Murti oleh Teater Dhingklik.

Seperti yang dilansir oleh teatergarasi.org bahwa IDRF adalah festival pembacaan naskah-naskah lakon berbahasa Indonesia. Upaya ini untuk mengenalkan naskah-naskah lakon terbaru Indonesia kepada publik yang lebih luas. Bisa dikatakan IDRF adalah festival bagi para penulis naskah lakon Indonesia. Sebuah ajang untuk bertemu, berdiskusi dan mengenalkan naskah lakon terbarunya. IDRF juga bisa dijadikan jembatan antara penulis naskah dengan sutradara maupun kelompok teater. Festival ini adalah festival pertama di Indonesia yang menampilkan pembacaan dan promosi naskah lakon secara terencana dan lebih komprehensif. (Art)