Label

Senin, 24 Agustus 2015

Maba Antre Panjang, Jam Ishoma Dinilai Kurang

                                          dok: Kreativa
Technical Meeting (TM) adalah sebuah agenda pra Ospek yang dilaksanakan untuk menun­jang       persiapan mahasiswa baru (Maba) dalam menjalani Ospek. Dalam acara tersebut, untuk pertama kalinya Maba dipertemukan dengan teman-teman satu gugusnya. Setiap gugus terdapat empat pemandu yang bertugas mengarahkan dan mendampingi Maba. TM Ospek Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) diselenggarakan pada hari Kamis dan Jumat, 20-21 Agustus 2015. TM dimu­lai pukul 06.00 WIB, diawali dengan pengondisian Maba di depan gedung Laboratorium Musik dan Tari. Selan­jutnya pukul 07.30 WIB diarahkan untuk memasuki gedung Stage Tari.
        Di dalam Stage Tari tersebut mereka melakukan serangkaian persia­pan Ospek. Seperti menyanyikan yel-yel bersama, meneriakkan jargon FBS, mencatat penugasan untuk Ospek. Yai­tu membuat artikel tentang tokoh, ar­tikel kapita selekta yang dipilih oleh ma­sing-masing Maba dan esai mengenai tema Ospek tahun ini. Selain itu, Maba juga mencatat berbagai perlengkapan yang dibutuhkan untuk Ospek baik universitas, fakultas maupun jurusan. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, sebagian dari perlengkapan itu telah disediakan oleh panitia dan sebagian lagi harus dipersiapkan Maba sendiri.
        Memasuki waktu istirahat, sholat, makan (Ishoma), banyak Maba berbondong-bondong mengantre di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) untuk mengambil goody bag. Hal ini dirasa janggal karena sebelumnya tidak ada jadwal khusus untuk pengambilan perlengkapan Ospek tersebut. Panitia Ospek mengambil sela-sela jadwal Ishoma untuk agenda ini. Sehingga kegiatan ini memotong waktu Ishoma, seperti yang diungkap Fadli, Maba Pendidikan Bahasa Ing­gris. “Kalau waktunya ada, mengantre pun tidak apa-apa. Kalau mepet waktu sholat kaya begini ya tambah setengahjam lah,” keluhnya saat ditemui di sela antrean pengambilan goody bag.
        Dari pihak panitia sendiri akhirnya memberikan waktu Ishoma tambahan dikarenakan Maba menge­luh waktu istirahatnya kurang. “Tadi ada yang bilang waktunya kurang, terus kita tambahin 15 menit,” ungkap Sukoco, selaku Sie acara. Menanggapi soal kurangnya waktu Ishoma, Sukoco mengatakan bahwa sebenarnya hal tersebut dapat diatasi tergantung pe­mandu masing-masing gugus dalam mengarahkannya. “Setiap gugus kan pemandunya banyak. Nah, satu peman­du ada yang ngambil beberapa Maba untuk sholat, beberapa untuk makan, dan ambil goody bag,” tambahnya.
     Adismila Fridasari, selaku KSK yang bertugas membagikan perlengkapan Ospek kepada Maba tersebut, berpendapat bahwa jika dibandingkan dengantahun kema­rin, pengambilan goody bag dan perlengkapan lainnya dinilai lebih efektif di tahun yang lalu. Dengan antrean panjang seperti itu, Adis­mila mengeluh karena hanya ada satu stand untuk membagikan goody bag. “Karena hanya membuka satu stand, jadi cukup melelahkan,” tambahnya.
       Dalam hal pengambilan per­lengkapan Ospek ini, hanya Maba jalur SNMPTN yang harus mengam­bil sendiri ke PKM. Sementara untuk Maba jalur SBMPTN, SM dan Utul, goody bag diambilkan oleh pemandu. “Ada dua versi, SNMPTN mengam­bil sendiri dikarenakan mereka belum dapat undangan dan mereka harus tanda tangan. Jadi pemandu menga­rahkan ke PKM. Sedangkan SBMPTN, SM dan Utul diambilin pemandu,” tegas Nunik selaku sie pamandu.

         Sementara itu, Maba SNMPTN tercatat berjumlah 439 mahasiswa. Ma­hasiswa sebanyak itu harus antre sendiri untuk tanda tangan dan mengambil un­dangan orang tua/walinya. Pengambi­lan goody bag bagi Maba non SNMPTN dilakukan pada hari yang sama setelah selesainya pengambilan goody bag oleh mahasiswa SNMPTN. Adapun isi dari goody bag itu sendiri adalah otok-otok, undangan untuk orang tua, slayer ungu dan jurnal Kreativa. (Devy)

Tidak ada komentar: